Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Cerita Sex Parodi Apolllo dan Orpheus Berbagi Anal 1
Piool.com - Dewa Apollo, dalam mitologi Yunani, adalah anak dewa Zeus and Leto, putri seorang Titan (dewa raksasa). Apollo dikenal sebagai dewa matahari, ramalan, obat-obatan, pertanian, dan pemanah. Dia pun ahli memainkan alat musik lira (harpa kecil). Apollo merupakan dewa penjaga para pemuda. Beberapa kisah menceritakannya sebagai dewa yang kejam dan pemerkosa. Dalam sejarah kesenian Yunani, Apollo merupakan dewa yang paling sering dijadikan sumber inspirasi, mungkin karena Apollo termasuk dewa yang tampan. Meskipun Apollo pernah jatuh cinta pada beberapa wanita, Apollo lebih sering dianggap sebagai dewa HOMOSEKSUAL!
Orpheus, dalam mitologi Yunani, adalah seorang penyair dan pemusik, anak dari dewi Calliope dan Oeagrus, raja kerajaan Thrace. Sejak kecil, dia amat berbakat dalam memainkan lira (harpa kecil). Tiap kali dia merasa ingin sendiri, Orpheus akan pergi ke dalam hutan dan memainkan liranya di sana. Kemerduan suara alat musik itu terdengar oleh Apollo yang kala itu sedang melintas di atas langit. Sebagai dewa musik, Apollo tertarik untuk mengintip siapa gerangan yang sedang memainkan lira seindah itu. Maka turunlah Apollo ke bumi.
Dilihatnya sesosok pria muda sedang duduk di bawah sebatang pohon rindang dan pada pandangan pertama itulah Apollo ‘jatuh cinta’ pada sang pemusik. Orpheus memang tampan, Hidup di antara masyarakat yang mendukung homoseksualitas dan pedofilia, Orpheus dituntut untuk memiliki tubuh ketat berotot. Usahanya tak percuma sebab tubuhnya kini sarat penuh otot, menarik perhatian setiap pria homoseksual. Seperti kebanyakkan pria Yunani lainnya, Orpheus lebih suka bertelanjang dada. Dada bidang itulah yang menarik perhatian Apollo.
Diam-diam, kontol Apollo menegang. Apollo sendiri hanya mengenakan kain penutup kontol, pakaian wajib para dewa lelaki. Apollo pun memutuskan untuk mendekatinya. Orpheus agak terkejut ketika sesosok pria tampan bertelanjang dada menghampirinya. Dia lebih terkejut lagi saat mengetahui bahwa Apollo merupakan seorang dewa.
“Kamu telah merebut hatiku, Orpheus. Jika kau bersedia untuk berhubungan badan sejenis denganku, saya akan menghadiahkan lira emasku untukmu. Lira yang akan kuhadiahkan bukanlah lira sembarangan, melainkan lira ajaib yang akan memukau pendengaran semua orang. Bagaimana? Kau mau?” tanya Apolo, menggaruk-garuk kontolnya yang ngaceng berat. Tentu saja Orpheus tergoda tawaran Apollo. Maka persetubuhan pun dimulai.
Terkait
Tanpa malu, Orpheus menanggalkan kain pembungkus kontolnya dan membiarkan perkakas kejantanannya menghirup udara segar. Mata Apollo berbinar-binar, takjub akan keindahan kontol Orpheus. Bentuknya panjang dan agak gemuk. Kepala kontolnya mengkilap terkena precum. Ternyata Orpheus sedang memikirkan seks ketika dia memainkan liranya. Dasar bejat!:) Tanpa buang-buang waktu, Apollo menundukkan kepalanya dan pelan-pelan menjilati kepala kontol Orpheus. Pertama-tama, Apollo ingin mencicipi kulit kepala kontol itu dan menjilati precum yang menempel. Jilatan lidah Apollo membuat Orpheus kelojotan. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...