Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Cerita Sex Parodi Apolllo dan Orpheus Berbagi Anal 2
Iklans.com - Mengetahui dengan pasti bahwa Orpheus masih belum keluar, Apollo pun meremas-remas kontol Orpheus, sambil tetap menyodominya. Oprheus yang juga terbakar nafsu birahi tak dapat menahan dirinya ketika kepala kontolnya yang amat teramat sensitif itu diremas-remas oleh Apollo. Tanpa dapat dibendung, Orpheus pun berejakulasi.
“AARRGGHH..!!” erangnya, panjang.
CCRROOT!! CCROOT!! CCRROOTT!! CCRROOT!! CCRROOT!! Pejuh Orpheus ditembakkan ke atas berkali-kali, hampir mencapai sepuluh kali. Beberapa mendarat di tubuhnya sendiri, beberapa membasahi tubuh Apollo, dan sisanya jatuh ke tanah.
“AARRGGH!! UUGGHH!! OOHH!! AAHH!!”
Orpheus terus-menerus mengerang sambil menggelepar-gelepar. Selama masa orgasme menghajar tubuhnya, kontol Apollo masih tetap menyodominya.
“Aahh..” desahnya saat pejuhnya telah habis.
Apollo, lemas, jatuh menimpa tubuh Orpheus. Keringat mereka bercampur dan sperma telah melumuri tubuh mereka. Sambil terengah-engah, Apollo berkata..
“Kau hebat sekali, Orpheus. Saya suka badanmu, kontolmu, dan juga anusmu. Lain kali, saya akan datang untuk mengentotin dirimu. Oh ya, ini hadiahmu.”
Hanya dengan menjentikkan jarinya, sebuah lira emas muncul di hadapan mereka. Lira itu merupakan lira terindah yang pernah dilihat Orpheus. Bentuk pegangannya pun menawan hati, seperti batang kontol! Orpheus mengucapkan terima kasih banyak sambil terus menciumi Apollo. Tanpa Orpheus sadari, dia telah jatuh cinta pada sang dewa. Namun, sayang, Apollo tak menaruh minat untuk menjadikan Orpheus sebagai kekasihnya. Orpheus memang tampan, tapi tak ada yang dapat menggantikan Hyakinthos di dalam hati Apollo. Apollo tak ingin mencintai siapa pun. Namun dia harus ngentot dengan banyak pria untuk melampiaskan nafsu homoseksualnya.
Berbulan-bulan berlalu, nama Orpheus terkenal di seantero dunia. Semua takjub mendengar permainan liranya. Lira ajaib itu sangup menggaet hati semua makhluk, dari hewan buas, manusia, bahkan sampai benda mati sekalipun. Di mana pun dia memainkan musiknya, bunga-bunga bermekaran. Para pria tampan pun mengerubutinya, dan berebut untuk mengentotin pantatnya. Orpheus tak pernah kekurangan seks. Di mana pun dan kapan pun, dia dapat menggaet pria mana pun yang dia sukai. Hampir semuanya, kecuali Apollo.
Terkait
Orpheus sering mengunjungi pohon di mana dia pertama kali bertemu dengan Apollo. Namun sang dewa tak kunjung datang. Apollo memang telah benar-benar melupakan Orpheus. Dewa Hades, penguasa alam baka, mengetahui segalanya tentang Oprheus dari para pengawalnya. Dahulu, Apollo telah menghalanginya untuk mengambil nyawa Hyakinthos dengan cara mengubah jasadnya menjadi sekuntum bunga (baca cerita saya: Apollo dan Hyakinthos). Hades tentu saja tak senang dan kini dia ingin membalas dendam. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...