Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Sex Parodi Jade Dragon XXX 1
Aopok.com - Sun Lin, yang juga dikenal sebagai Jade Dragon meluncur melewati atap, bergerak lincah dari gedung ke gedung. Di bagian kota ini, semua gedung-gedungnya sangat rapat sehingga mudah untuk dilompati. Dengan mudah ia melompati celah diantara gedung-gedung itu dengan kakinya yang kuat.
Sun Lin adalah seorang aerialis yang terlatih, dibesarkan oleh kumpulan sirkus yang telah terbiasa melakukan atraksi udara. Ia tidak mendapatkan sedikitpun kesulitan dengan tubuhnya yang kuat tetapi sangat indah terbentuk.
Ia lebih memilih untuk bergerak diantara gedung-gedung tinggi. Ketinggian memberinya beberapa kelebihan. Pertama, ia dapat melihat datangnya bahaya sebelum bahaya itu datang. Kedua, itu memberikannya elemen kejutan dalam menghadapai musuh-musuhnya. Ketiga ia dapat bergerak lebih aman dalam melanjutkan aksinya memerangi kejahatan. Sun Lin memilih nama Jade Dragon berdasarkan latar belakangnya.
Namanya Lin, adalah bahasa mandarin untuk Giok. Dan dia dilahirkan pada tahun 1904, tahun naga dalam tanggalan China. Kedua orang tuanya tiba di America sebagai anggota sirkus keliling. Mereka sangat terpukau dengan amerika sehingga akhirnya memutuskan untuk menetap. Sun Lin telah menjadi bagian dari sirkus kedua orang tuanya dan dia telah menghabiskan sebagian besar masa kecilnya dalam atraksi kawat udara.
Sun Lin yang tidak menyukai kehidupan sirkus akhirnya meninggalkan keluarganya pada umur 15 tahun untuk mengejar impiannya. Ia meninggalkan sepucuk surat pada kedua orang tuanya yang berisi terima kasihnya atas kasih sayang mereka selama ini dan pergi untuk mengejar impiannya. Namun, bagi seorang gadis Asia di tanah asing, mencari kerja bukanlah sesuatu yang mudah baginya.
Dia baru saja akan pulang ke sebuah kamar kumuh yang dihuninya ketika sesuatu yang akan mengubah jalan hidupnya terjadi. Malam itu sangat gelap, hujan dan dingin dimana secara kebetulan ia melewati sebuat gang yang gelap. Ketika melewati gang itu ia mendengar suara teriakan yang redup yang diikuti dengan gumaman seperti orang yang sedang dibekap. Mulanya ia tidak berniat berhenti, tetapi, sesuatu dalam dirinya membuatnya berbalik dan mengintip ke dalam gang itu. Disanalah ia mendengar rintihan suara seorang dalam bahasa mandarin. Suara itu sangat lemah yang membuatnya tidak yakin akan yang ia dengar. Tanpa berpikir, ia memasuki gang itu.
Ia baru berjalan beberapa meter ketika seorang lelaki besar menghadangnya. Ia berdiri hampir 6 kaki tingginya, bahunya bidang. Ia memakai jas hujan yang kumal. Mukanya terhalang oleh topinya yang turun menutupi sebagian matanya. Namun, lampu jalanan sempat bersinar dibagian muka sebelah kirinya yang menampakan sebuah wajah yang kasar tak terawat dengan sebuah cacat besar dipipinya.
“Wah, lihat siapa ini?” gumam si besar.
“Korban berikut?”
Melihat melewati si Besar, Sun Lin melihat seorang lelaki lagi. Lelaki ini lebih kecil dari si Besar, dengan wajah yang seperti tikus, dan dipenuhi cacat seperti bekas cacar. Ditangannya dia memegang sebuah pisau kecil yang menempel di leher seorang lelaki China tua.
Terkait
Ia tidak mempunyai waktu untuk berpikir lebih jauh ketika si Besar mendekatinya dengan garang. Ditangannya ia memegang seutas tali. Terlihat jelas tujuannya yang ingin mengikat dan mencekiknya. Sun Lin tidak khawatir, walau si Besar jauh lebih besar daripadanya, dia tidak melihatnya sebagai suatu ancaman besar. Bagian dari latihannya semasa kecil adalah seni bela diri China, Wu Shu. Ia dapat melindungi dirinya sendiri dengan baik menghadapi lawan yang hanya mengandalkan kekuatan otot seperti si Besar.
Ia membiarkan si Besar masuk ke dalam jangkauannya, ketika ia dengan santainya mendekatinya, Sun Lin melompat tinggi ke udara, lompatannya mencapai muka si Besar, kakinya yang kuat menendang muka si Besar bagaikan sambaran petir. Tendangannya mengenai si Besar tiga kali hanya dalam sekilas mata. Tak sadarkan diri, si Besar langsung jatuh ketanah. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...